Kamis, 30 September 2010

blog buat gue..

blog buat gue tuh tempat buat gue bisa nge ekspresiin apa yang gue mau disini.
dari unek-unek sampe bahagianya gue.
gue bisa pake kata 'gue-elo' disini. gue emang ga bisa ngomong pake 'gue-elo' di sekolah, dirumah, pokoknya sama orang lain waktu ketemu muka. rasanya ada yang ganjil aja kalo gue pake kata gue.. sedangkan gue lebih nyaman pake kata gue waktu nulis. kesannya lebih bebas, ga terlalu polos. gue rada males kalo ada yang ngomong

'kamu tuh lucu banget si..' 'ih.. kamu polos de..'
kok kayaknya gue ngerasa gue dianak-kecilin.. emang gue suka ngemanja sama temen deket gue. tapi bukan berarti gue anak kecil kan? hahaha..
kadang anak kecil biasa suka dicubitin, temen gue ada tuh yang suka banget nyubitin. kayaknya ampir semua temen gue nyubitin pipi gue. nyubitnya ga kayak nyubit bayi, tapi nyubit badak. keras n tentunya SAKIT. lo tau? kayak dijepit pake jepitan kertas. cobain aja sendiri. haha

ok, intinya, ni blog gue bikin soalnya gue pengen gue bisa ngeliat lagi labilnya masa remaja gue tuh gimana waktu gue udah agak ga labilan lah. udah bisa dewasa dikit. hahah.

blog buat gue, tempat gue jadi diri gue sendiri. ga usah bikin 'image' anak kecil gue lagi. ga usah jadi sok dewasa. ga usah jadi sok manja. gue jadi anak remaja biasa. kadang manja, kadang dewasa, kadang down, kadang high.

Rabu, 29 September 2010

One of My Hobbies

salah satu kesukaan gue di waktu luang, menulis. menulis apa aja, tapi lebih kearah fiksional, karena males gue kalo harus nulis tentang karya ilmiah ga jelas.

gue nulis, lumayan banyak, tapi gue ga ngerasa itu bagus, seengaknya masih belom bagus. gue masih butuh latian lagi. improve my ability. gue udah nge post tu cerita di satu forum, pertama reaksi tuh bagus banget. gue jadi besar kepala, gue mulai nulis lagi cerita bersambung, banyak si yg baca, tapi jarang orang comment. gue akhirnya males nerusin tuh cerita gara-gara ya males aja, ga ada ide lagi, haha.

nggak lama, gue nulis lagi, cerita beda, tapi agak mirip, emang ide gue cuman seputar itu kali ya. hahahaha. tapi herannya tuh reaksi lumayan kenceng. yang baca n yang comment ya sebanding lah, ga kayak yg lama, ngejomplang abis.

lama-lama ide gue abis, gue males, gue ga nerusin tuh cerita.
ga ada feedback juga lagian dari pembaca. gue ilang motivasi.

hm, gue mulai nulis tentang oneshot, cerita lepas, cerpen gitu. tapi ga sampe terkumpul 10 lebih cerita gue males lagi. haha. abis kalo gue nulis selalu panjang-panjang ga bisa bikin cerpen. haha. ya udah gue males. haha

terakhir, gue janji gue mau nerusin ni cerita sampe tuntas. akhirnya gue mulai nulis-nulis lagi, gue nabung chapter nya. waktu udah beda 5 chapter, baru gue post. terakhir gue tambah sibunk, gue males, gue udah ada ide, cuman gue males nulisnya. kadang gue udah mau ngetik komputer dipake lah, ada chatting lah, pengen browsing lah, n alesan lain.
akhirnya setelah 3 bulan gue baru aja ngepost chapter terbaru, chapter 10. gue bahkan ngomong di author note kalo gue udah tau ga bakal ada yang ngomen ato baca, buktinya aja komen terakhir tuh cuman sebiji doang. see? there's no anxiety. and taht make me more lazy. gue tambah ga pengen. tapi gue inget sama janji gue. gue ga mau ini jadi karya gue yang ga selese lagi. malu-maluin banget kan kalo gue terkenal bukan karena karya gue tapi karena gue author yang ga pernah selese.

gue sekarang lagi berusaha matiin laziness gue and mau nyelesain sisa-sisa karya gue yang laen. i don't want it to be wasted. segimana-gimananya karya gue, itu tetep kreatifitas gue and gue harus ngehargain itu, kalo gue aja ga gimana orang lain bisa ngehargain.

Rabu, 15 September 2010

Tugas Remed Agama


Kisah Kasih dalam Kisah “Gila Benar Iman Mereka !”
oleh : Budi Purnomo, Pr.

Banyak peristiwa disekitar kita yang sering kali dilihat hanya sebagian kecil dari perjalanan hidup manusia, tetapi sesungguhnya banyak hal yang ternyata sangat bermakna yang akan kita sadari saat kita mengamatinya lebih dekat.

            Didalam buku ini, memuat tiga buah kisah yang menunjukkan kesetiaan iman mereka kepada Tuhan Yesus. Yang pertama adalah iman seorang perwira, yang nyatanya mempunyai iman jarak jauh. Yang kedua adalah iman seorang perempuan yang menderita sakit pendarahan. Yang terakhir adalah cerita iman yang dimiliki oleh perempuan dari Kanaan.

            Cerita yang pertama berjudulkan ”’Iman Jarak Jauh’ Seorang perwira”. Cerita ini sangat familiar di telinga kita karena memang sering disampaikan atau dilontarkan dari orang-orang disekitar kita, terutama yang mengajarkan kita tentang gereja. Cerita ini bercerita tentang seorang perwira yang tinggal di Kapernaum, dan di kota ini Yesus berencana untuk singgah sejenak. Perwira ini tetap ingin menemui Yesus walaupun ia tahu bahwa Yesus pernah mengecam kotanya dengar kata-kata yang dapat dikatakan kejam. Buku ini menggunakan sudut pandang perwira itu, menjadikan pembaca mengetahui kejolak yang dialami perwira itu. Bagaimana ia menganggap dirinya tak layak di hadapan Yesus. Ketika ia ingin mengurungkan niatnya menemui Yesus, ia teringat oleh hambanya, ia akhirnya membulatkan tekadnya, tiba-tiba saja ia merasa mempunyai keyakinan iman- yang bahkan ia tak tahu darimana asalnya- dan keyakinan itu sangat kuat dirasakannya. Keyakinan itu adalah, Yesus pasti mampu melakukan apapun meski dari jarak jauh sekalipun.

            Dihadapan Yesus yang diberhentikan oleh teman-temannya, ia menitipkan pesan kepada teman-temannya untuk disampaikan pada Yesus ”Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima tuan didalam rumahku.; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepadaMu. Aku mohon dengan sangat dan dengan rendah hati, katakanlah sepatah kata saja, maka hambaku itu pasti akan sembuh oleh perkataanMu itu.”. Kata-kata ini diucapkan karena ia mempunyai pengalaman yang sama dalam kejadian biasanya. Perwira itu, meskipun seorang perwira tetapi ia hanyalah seorang bawahan, dan tetap mempunyai atasan, walaupun demikian, ia pun mempunyai bawahan, yaitu prajurit. Ia biasa memerintahkan prajurit untuk mengerjakan sesuatu, dan mereka menaatinya. Dari pengalaman ini, ia menjadi yakin bahwa Yesus pasti mampu membuat kepastian dan menunjukkan kasihNya hanya dengan sepatah kata. Dan apa yang telah diperkirakan olehnya menjadi kenyataan, Yesus mampu menyembuhkan hambanya dengan sepatah kata saja. Yesus berkata bahwa ia tak pernah menemui iman sebesar ini bahkan diantara orang Israel, tetapi perwira ini malah berpendapat kalau semua itu karena kasih Yesus yang tak bersyarat sehingga orang kafir pun dapat mengalami karyaNya yang agung. Maka jika Yesus saja memberikan kesempatan kepada orang kafir, tentulah ia akan memberikan kesempatan kepada kita semua.
            Cerita kedua berjudul ”’Jamahan’ Perempuan yang Sakit Pendarahan”. Jaman dahulu, perempuan yang mengalami pendarahan dianggap sebagai manusia najis dan hina, ia bahkan tak pantas dilihat oleh orang lain, takut-takut penyakit itu menular. Ia akan diasingkan dan diperlakukan tidak selayaknya. Padahal perempuan itu saja sudah cukup menderita dengan penyakitnya, tetapi masih harus ditambah lagi dengan penderitaan yang disebabkan oleh orang sekitarnya. Suatu hari, ia mendengar desas-desus kabar yang mengatakan bahwa Yesus akan singgah di kotanya. Ia sangat ingin melihat langsung dan menginginkan kesembuhan dari Yesus. Pada hari kedatanganNya, perempuan itu mengenakan kerudung yang menutupi wajahnya sehingga tidak dikenali oleh orang kotanya. Lalu ia melihat keajaiban yang dilakukan Yesus kepada seorang anak perempuan, Yesus hanya menumpangkan tangannya diatas kepala anak itu dan anak itu pun sembuh. Perempuan itu semakin gembira. Ia mulai mendekati Yesus yang tengah sibuk menyembuhkan orang-orang sakit dihadapannya. Perempuan itu mulai mendekat, menyerobot dan mendorong orang-orang didepannya, tetapi ia hanya bisa menghiraukan karena begitu inginnya ia mendekati Yesus. Akhirnya keinginannya tercapai, ia melihat punggu Yesus yang begitu berkilau oleh cahayaNya. Di ulurkan tangannya dan dijamah jubahNya yang tergerai dipunggungNya, lalu cepat-cepat ia keluar dari kerumunan itu. Ajaibnya, ia pun sembuh. Ia sangat mempercayai, kekuatan Yesus sangat kuat bahkan hanay menyentuh jubahNya saja kekuatan itupun akan menyebar. Dan ia telah membuktikannya. Namun Yesus mengetahui ada seorang yang sengaja menjamahNya, segera ia pandangi sekelilingnya dan bertanya siapa orang itu, dengan takut-takut perempuan itu mengangkat tangan dan meminta ampunan Yesus. Perempuan itu menjelaskan bagaimana kuatnya imannya hingga ia percaya bahwa dengan hanya menyentuh JubahNya, ia akan sembuh. Yesus tak marah ataupun kesal, bahkan Yesus berkata kepada perempuan itu supaya jangan takut, karena imannya lah yang telah menyelamatkannya.

            Cerita ini menunjukkan bahwa kita hanya perlu iman yang besar maka semua keajaiban Yesus akan terjadi pada kita. Tak perlu mengingat seberapa parah penyakit kita atau kesakitan kita. Hanya dengan menjamah ujung kecil dari jubah Yesus telah bisa menyembuhkan kita. Asal kita dapat bebas dari rutinitas kita, ketakutan kita, keraguan, kesibukan, ketidakpercayaan.

            Cerita ketiga berjudul ”’Kegilaan Iman’ Perempuan Kanaan”. Seorang ibu dari Kanaan yang mempunyai seorang anak perempuan yang kerasukan setan. Ibu ini sangat mencintai anaknya, dan sangat mengagumi sosok Yesus. I a sangat mempercayai Yesus, ia sering kali mendengar cerita tentang Yesus menyembuhkan orang banyak dan semakin besar pula cintanya dan imannya pada Yesus. Ia selalu ingin membawa anaknya kehadapan Yesus untuk disembuhkan. Ia mempercayai bahwa Yesus adalah anak Daud.

            Pada saat itu, yesus datang ke Kanaan dengan murid-muridnya. Si ibu sangat gembira dan lalu mengikuti Yesus sambil berteriak-teriak meminta Yesus untuk menyembuhkan anaknya. Namun para murid malah mengusir dirinya dan meminta Yesus untuk mengusirnya. Yesus pun berhenti, menghadap ibu itu dan berseru dengan lantang, ”Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel!”, tentu saja si ibu sangat terkejut, menyadari bahwa kata-kata itu ditujukan kepadanya tidak menciutkan nyalinya, malah ia semakin bernyali. Ia menganggap Yesus tidak mengusirnya, memberi harapan Yesus masih akan mau mendengarkan dan mengabulkan permohonannya. Kata-kata Yesus masih terngiang dikepalanya tetapi langkahnya pun semakin tetap mendekati Yesus. Ia menyembah Yesus dan berkata ”Tuhan, tolong aku”, lalu ia mulai bersujud dan menyembah lalu berkata, ”Tuhan, tolonglah aku! Hanya engkaulah yang dapat menolongku. Orang lain tidak! Engkau bukan orang sembarangan. Engkau adalah Mesias, Anak Daud! Lebih dari itu, Engkai adalah Tuhanku! Meski aku vukan orang Yahudi, bukan umat Israel! Aku percaya Engkaulah Tuhan, yang dapat menolong aku dalam kesulitanku!”. Namun Yesus tak segera menyanggupinya, malah menguji imannya lagi. Yesus menjawab ibu itu dengan kata sinis malah kasar. Yesus membandingkan ibu itu dengan seekor anjing. Namun ibu itu mempunyai tekad dan iman yang kuat, bahkan kata kasar Yesus malah membuatnya makin kuat, ia menganggap dirinya bukan anjing liar, tetapi seekor anjing setia yang akan makan remah-remah dari meja Tuannya. dan Yesus melihat iman yang sangat besar di ibu itu dan akhirnya mengabulkan keinginannya, ia berkata, ”Jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki”. Dan anak ibu itupun sembuh.

            Dari ketiga cerita diatas, Allah menunjukkan dirinya dalam rupa Yesus. Siapapun yang mempercayainya sepenuh hati, sebesar apapun cobaannya, pasti di akhirnya akan mencapai kebahagiaan, Yesus akan mengabulkan keinginannya. Yang utama, jangan sekali-kali kita meninggalkan Tuhan karena Tuhan selalu menguji iman kita padaNya.



---------
tidak ada printer di rumah, ga tau harus ngprint pake apa, udah jam 10 malem, toko printer udah pada tutup. jadi sebagai bukti disimpen disini aja.
time : 21.49

Sabtu, 04 September 2010

internet rumah

udah 5 hari aku ga bisa pake internet.
alesannya, ya karena si modem sialan.
dan masalah itu baru diperbaiki setelah aku ngomel-ngomel untuk yang kesekian kalinya sama customer service FASTNET yang kadang-kaadng ga tau harus ngapain lagi.
akhirnya setelah serangan terakhir yang melibatkan urat leher menegang dan mata berair sakingmarahnya, si customer service akhirnya mengalihkan masalah ke bagian technical service.
nomer papa pun di hubungin, masih dengan berbagai cara yang dianjurkan lewat telepon.

padahal kalo mereka dateng aja dari pertama kan gampang, ga usah sampe keluar ancaman bakal nulis di surat pembaca.

hari kamis malem, si technical service nelepon lagi, si papa karena udah ngerasa ga ngerti tentang komputer nyerahin tu telepon ke aku.
setelah aku sewotin, si technical service nyerah en mutusin buat ngirim utusannya tukang service ke rumah.
tapi itu pun dijanjiin hari sabtu.
bayangin aja, udah hampir internet nyadat-nyadat seminggu, ditambah internet mati juga seminggu, kok kayaknya malah rugi di kita.
udah bayar mahal mahal, 300rb sebulan di tambah tv cable, masi aja pelayanan cuman segitu aja.

hari sabtu, hari ini, akhirnya si tukang dateng juga. dengan membawa modem dia buat di compare sama modemku. akhirnya ketauan juga kalo port modemnya yang rusak, n harus ngebayar 315 rb lagi buat kayak gituan.
tapi papa ga mau bayar. akhirnya harus nunggu lagi sampe senen buat nanya ke kantor pusat, tuh beneran harus bayar ato ga.

herannya, kenapa si ga dari awal aja dateng. dasar fastnet sialan.

jadi sekarang harus pake kabel usb gitu dari modem ke laptop / pc, padahal dulu bisa share ke 2 komputer plus pasang wifi.

nyusahin aja si.


moga-moga aja cepet bener.


mana komputer harus gantian lagi sama cici yang baru pulang dari bandung.


argh!!!

kapan si bisa nikmatin internet sepuasnya sehari aja?